A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

LIEM SWIE KING




Nama :
LIEM SWIE KING

Lahir :
Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956

Agama :
Protestan

Pendidikan :
-SD, Kudus (1968)
-SMP, Kudus (1971)
-SMA, Kudus (1974)


Karir :
-Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972)
-Juara II PON 1973
-Juara Kejurnas 1974
-Juara Kejurnas 1975
-Juara II All England (1976 & 1977
-Juara All England 1978, 1979, 1981
-Juara Asian Games di Bangkok
-Anggota Tim Piala Thomas 1979, 1982, 1984 1986. Juara Ganda Putra bersama Kartono dalam Piala Alba 1984
-Juara Ganda Putra bersama Kartono dalam Piala Alba 1985


Alamat Rumah :
Jalan MPR III No. 13 Cilandak, Jakarta Selatan

Alamat Kantor :
Jalan Manila 142, Senayan, Jakarta Pusat

 

LIEM SWIE KING


Piala Thomas direbut dari tangan RR Cina, Mei 1984, lewat pertarungan seru di Kuala Lumpur, Malaysia. Tetapi, Liem Swie King, yang bermain di tunggal pertama, dan diharapkan membawa kemenangan, ternyata gagal. Ia kalah rubber set 15-7, 11-15, 10-15 dari pemain Cina yang jadi musuh bebuyutannya, Luan Jin. Beberapa bulan sebelumnya, di arena All England, King juga gagal meraih kedudukan terhormat. Juara All England tiga kali ini kandas di tangan pemain tangguh Denmark, Morten Frost Hansen.

Dari serentetan kegagalan ini, King akhirnya memutuskan mundur dari percaturan bulu tangkis tunggal perseorangan. "Orang boleh mengatakan saya masih mampu. Tapi penonton bosan melihat saya kalah terus, apalagi saya," katanya. Untuk ganda, ia memilih Kartono.

Pasangan KingwKartono ternyata cukup tangguh. Di perebutan Piala Thomas itu, pasangan inilah penentu kemenangan regu Indonesia. Adalah pasangan KingwKartono pula juara Piala Dunia Alba 1984 di Jakarta.

Di kota kelahirannya, King langsung mendapat asuhan dari ayahnya, Witopo, dan kakak iparnya yang juga pelatih klub Djarum, Agus Susanto. Nama King segera meledak di tingkat nasional sejalan dengan menurunnya prestasi maestro bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono. King menjadi juara nasional, 1974, dalam usaia 18 tahun. Dua tahun kemudian, ia sudah menjadi penghuni Pelatnas Bulu Tangkis.

Tahun itu pula ia diterjunkan ke Kejuaraan Asia. Menyusul kejuaraan lebih tinggi, All England, Piala Thomas, Kejuaraan Terbuka Swedia, dan SEA Games. Ia menundukkan Rudy Hartono di final All England 1978, dan itulah pertama kalinya King menjadi juara All England.Para pengamat menilai King sebagai pemain serba lengkap. Stroke-nya lengkap, smash-nya keras, disertai loncatan. Permainan netnya juga tajam dan halus. Adapun yang kurang -- ini pendapat beberapa pengamat yang tidak dikomentari King -- adalah soal mental. "King mudah frustrasi," ujar seorang pengamat. Sebagai bukti, ditunjukkannya kekalahan King dalam final All England 1980. Malam sebelum bertanding, King tidak bisa tidur, karena "takut" menghadapi Prakash Padukone dari India.

Yang jelas, King pernah bersikap tidak disiplin. Ia diterjunkan dalam nomor perseorangan tunggal bulu tangkis SEA Games 1979, di Jakarta. Seharusnya ia sudah hadir di Gelanggang Olah Raga Kuningan pukul 09.00. Tetapi King terlambat. Lawannya, Lee Hai Thong dari Singapura, kemudian dimenangkan dengan WO (walk over). Akibatnya, King diskors tiga bulan oleh PBSI.

Dalam masa skorsing itulah, pemuda pemalu itu tiba-tiba terjun di dunia lain, film. Ia bermain dalam film Sakura dalam Pelukan, mendampingi bintang sexy Eva Arnaz. "Hanya coba-coba, agar tahu caranya main film," alasan King. Seperti halnya ketika Rudy Hartono bermain dalam film Matinya Seorang Bidadari, King pun kali ini dicaci sejumlah orang. Cacian itu diterimanya, ia tidak lagi main film walau mengaku masih ada tawaran. Ia memantapkan diri lagi di bulu tangkis. Terbukti prestasinya naik, ia menjuarai All England untuk ketiga kalinya, 1981.

King menikah dengan Lucia Sumiati Alamsah, 1982, setelah berpacaran enam tahun. Pasangan ini dikaruniai seorang putra, Alexander.

Apa rencana King setelah tak lagi menjadi pemain? "Target saya memang jadi pemain setidak-tidaknya sampai 1988. Setelah itu, mungkin menjadi pelatih, walaupun tidak pelatih penuh. Pokoknya, ingin menyumbangkan sesuatu untuk bulu tangkis," kata olah ragawan yang pernah dinobatkan sebagai sepuluh atlet terbaik Asia tahun 1984, oleh Asosiasi Penulis Olah Raga Cina, yang diumumkan di Beijing, Desember 1984.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


LASIYAH SUTANTO | LELY SAMPOERNO | LEO IMAM SUKARNO (LEO KRISTI) | LEO SOEKOTO S.J. | LEONARDUS BENYAMIN MOERDANI | LIE TEK TJENG | LIEM KHIEM YANG | LIEM SWIE KING | LINUS SURYADI AGUSTINUS | LIUS PONGOH | LUGITO HAYADI | LUKMAN HARUN | LUKMAN NIODE | LYDIA RUTH ELIZABETH KANDOU | Laksamana Sukardi | Landung Simatupang | Lily Koeshartini Somadikarta | Lola Amaria | Luhut Manihot Parulian Pangaribuan | Luluk Purwanto


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq