A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

WIJARSO




Nama :
WIJARSO

Lahir :
Jakarta, 18 April 1930

Agama :
Islam

Pendidikan :
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1956)


Karir :
-Staf Senior Departemen Industri Dasar dan Pertambangan (1956-1962)
-Direktur Industri Dasar dan Berat Departemen Industri Dasar dan Pertambangan (1963)
-Direktur Minyak dan Gas (1963-1965)
-Deputi Menteri Minyak dan Gas (1965-1966)
-Direktur Umum Pertamina (1966-1978)
-Dirjen Minyak dan Gas Bumi (1978-1984)
-Gubernur OPEC (1976-1985)
-Staf Ahli Menteri Bidang Energi (sejak 1986)


Alamat Rumah :
Jalan Brawijaya No. 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 771842

Alamat Kantor :
Ditjen Migas, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat Telp: 365101

 

WIJARSO



Sejak zaman direktur utama Pertamina Ibnu Sutowo, Wijarso ikut merintis lahirnya proyek minyak dan gas bumi (migas). Sesaat setelah pecah krisis utang US$ 10 mil-yar, 1975, ia diutus ke Tokyo, Jepang, mencari tambahan dana US$ 240 juta untuk menyelesaikan proyek migas. Ketika itu, ia Direktur Jenderal (dirjen) Migas, merangkap Direktur Umum.

"Wijarso memang perunding ulet," kata seorang eksekutif perusahaan minyak asing di Indonesia. Insinyur lulusan UGM ini dinilai sebagai tokoh yang cukup disegani di dunia perminyakan internasional. Ia hampir selalu tampil memimpin perundingan dengan perusahaan minyak asing. Terakhir, ia melakukan perundingan dengan PT Caltex Pacific Indonesia, tatkala maskapai minyak Amerika itu diubah statusnya. Yakni, dari kontrak karya menjadi kontrak bagi hasil (production sharing).Pada 1984, Presiden Soeharto menginstruksikan pembentukan tiga kelompok kerja yang bertugas membuat tiga pola kerja di Pertamina. Wijarso ditunjuk mengetuai kelompok kerja dua, yang menangani pola pemasaran migas. Kelompok satu mengenai pengadaan, pengangkutan, dan distribusinya, diketuai Jusuf Sujud -- Wakil Ketua Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sedangkan kelompok tiga, yang bertugas meningkatkan secara optimal kilang-kilang minyak di Indonesia dipimpin Prof. Dr. Khoo -- ahli perminyakan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dua tahun sebelumnya, Konperensi ke-66 Organisasi Negara- Negara Pengekspor Minyak di Wina, Austria, menunjuk Wijarso sebagai Ketua Dewan Gubernur OPEC. Jabatan itu dipegangnya hingga sekarang.

Juli 1984, ia harus mengucapkan selamat tinggal kepada instansi penting yang selama 13 tahun dipimpinnya. Sebagai dirjen migas, Wijarso digantikan Soedarno Martosewoyo, juga orang lama, dan terakhir penasihat direktur utama Pertamina. Wijarso sendiri kemudian ditempatkan sebagai staf ahli menteri bidang energi.

Tidak suka publisitas, Wijarso bukan orang yang dingin dalam pergaulan.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


W.A.F.J. TUMBELAKA | WAHONO | WANG SUWANDI | WARDOYO | WARINO LESTANTO | WIDARTI GOENAWAN | WIDJOJO Nitisastro | WIDODO SUKARNO | WIJARSO | WILLEM JOHAN WAWOROENTOE | WILLIAM SOERYADJAYA | WILLIBRORDUS SURENDRA BROTO RENDRA | WILLY MOENANDIR MANGOENDIPRODJO | WIM KALONA | WIM UMBOH (ACHMAD SALIM) | WIRATMO SOEKITO | Wahyu Hidayat | Waldjinah | Widjanarko Puspoyo | Widodo Adi Sutjipto | Wimar Witoelar | Wynne Prakusya


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq