
Nama : AMRI YAHYA
Lahir : Palembang, 29 September 1939
Agama : Islam
Pendidikan : - PTSRI ASRI, Yogyakarta (1961)
- IKIP Negeri, Yogyakarta
- Belajar keramik di Negeri Belanda (1979-1980)
Karir : - Ketua Himpunan Senirupawan Indonesia (HSRI)
- Dosen di FKSS IKIP Yogyakarta
- Dosen di STSRI-ASRI Yogyakarta
- Pelukis batik
- Pemilik "Amri Gallery", Yogyakarta.
Kegiatan Lain : - Anggota Seniman Internasional (International Artist Association) di Paris.
Alamat Rumah : Amri Gallery, Yogyakarta
Alamat Kantor : Amri Gallery, Yogyakarta
|
|
AMRI YAHYA
Pernah ingin jadi penyair. Urung, karena ia melihat sendiri jarang penyair yang kaya. Lalu ingin jadi serdadu. Ternyata, tidak direstui orangtua. Akhirnya pilihannya jatuh untuk menjadi pelukis. "Pekerjaan ini jauh dari korupsi," katanya beralasan. Sebagai pelukis, lelaki kelahiran Palembang ini pun mencari sesuatu yang lain. Ia menjadi pelukis batik, sekaligus jadi pengusaha dalam bidang ini. Tentang batik yang dijadikannya media lukisan, dengan tegas dikatakannya bahwa itu adalah salah satu akar seni tradisional Indonesia.
Itu sebabnya ia sangat dongkol ketika mengunjungi museum karya seni orang Indian di Oklahoma City, Amerika Serikat, 1974. Soalnya, dalam lemari kaca, dipamerkan sepotong kain yang oleh penjaganya dikatakan sebagai salah satu karya orang-orang Indian zaman dulu. "Melihat coraknya, itu kain batik buatan Solo," kata Amri.
Banyak lukisan batiknya berukuran besar dengan harga tidak tanggung-tanggung, sampai Rp 5 juta. Nyatanya, karya-karyanya laris. Ia tidak ingin seperti Affandi, yang baru sukses di masa tuanya. Amri ingin sukses di kala muda, dan itu tampaknya sudah diraihnya.
Selain membatik untuk lukisan, motif-motif abstrak batiknya juga digunakan untuk busana. Harganya juga tinggi, Rp 50.000 sepotong. Saking mahal dan larisnya, ada saja yang menyontek. Di pasaran banyak dijual busana batik yang motifnya mirip karya Amri. Labelnya pun nyaris sama, ada yang Anri Y, ada pula Andri Yahya, bahkan yang benar-benar mirip adalah Amir Yahya.
Bila mendapat undangan pameran dan ceramah, di mana saja, ayah empat anak ini selalu membawa perabotan lengkap: kompor kecil, canting, lilin, dan perabotan membatik lainnya. Dengan cara itu ia mendapat sambutan hangat, karena tidak jarang langsung mendemonstrasikan keahliannya, menyelingi ceramah.
Mendirikan "Amri Gallery" di Yogya, dengan bangunan khas Jawa. Pernah pameran di Australia, Jerman Barat, Amerika Serikat, Mesir, Inggris, Negeri Belanda, Kanada, Denmark, Syria, Jepang dan tentu saja di berbagai kota di Indonesia. Amri disebut-sebut sebagai perintis terkemuka dalam seni lukis batik kontemporer.
UPDATE:
Lihat Apa & Siapa 2002-2003 di http://www.pdat.co.id/pdat
|