
Nama : Anton Bachrul Alam
Lahir : Mojokerto, Jawa Timur, 15 Agustus 1956
Agama : Islam
Pendidikan : - SD (1969)
- SMP (1972)
- SMA (1975)
- Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (S1)
- Akademi Kepolisian (1980)
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1988)
- Sespim (1997)
- PA Intelstraat (1983)
- Police Verkeer Enginering Apedoorn (1990)
Karir : - Dansek Putussibau Polres Putussibau (1980-1982)
- Dansat Lantas Polres Putussibau (1982-1983)
- Kasi Intelpam Polres Singkawang (1983-1984)
- Kapalsektif Pontianak Utara (1984-1988)
- Wakasat Serse Polwiltabes Bandung (1988-1989)
- Kapolsek Kiara Condong Polres Bandung Tengah (1989)
- Wakasat Lantas Polwiltabes Bandung (1989)
- Instruktur Wreda Pusdik Lantas Polri Serpong (1989-1990)
- Kasat Lantas Wil Jaksel Dit Lantas Polda Metro Jaya (1990-1992)
- Kapolsek Metro Penjaringan Polres Metro Jakarta Utara (1992-1993)
- Kasubbag SIM Bag Regident Dit Lantas Polda Metro Jaya (1993-1994)
- Kasat Idik Dit Lantas Polda Metro Jaya (1994-1995)
- Kapolres Dili Polwil Timtim (1995-1997)
- Kapolres Sukabumi Polwil Bogor Polda Jabar (1997-1998)
- Pabandya Sops Mabes Polri (1998-1999)
- Sesdit Lantas Polda Jatim (1999)
- Wakapolwil Madiun Polda Jatim (1999-2000)
- Kadispen Polda Metro Jaya (2000€“sekarang)
Alamat Rumah : Cibubur, Jakarta Timur
Telepon 8788184
HP 0811815149
Alamat Kantor : Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan
Telepon 5709250, 5234017
|
|
Anton Bachrul Alam
Sewaktu masih anak-anak dan remaja, Anton takut pada polisi. Apalagi saat SMP, karena ia suka berkelahi; bahkan pernah menggigit pipi lawannya hingga cacat. €œKalau dilaporkan, saya bisa ditangkap polisi,€ kenang Anton. Lantaran sering menyaksikan polisi berlaku kasar di acara hiburan, Anton pun membenci profesi hamba hukum ini.
Anton melewatkan masa kecil di kota kelahirannya, Mojokerto, Jawa Timur. Masa kanak-kanak yang suram. Ayahnya, B. Burhan, anggota TNI Angkatan Darat berpangkat sersan dua waktu Anton berusia enam tahun. Kondisi ekonomi pas-pasan. Kelas 4 SD, ia dititipkan di keluarga pakde-nya selama satu tahun, karena ayahnya sekolah untuk kenaikan pangkat. Selain jauh dari orangtua, Anton dibedakan dengan saudara-saudara sepupunya. Ia biasa menumbuk padi untuk makan anak-anak pakde-nya. Ia sendiri makan nasi jagung.
Untuk mendapatkan uang, malam-malam Anton bekerja di rumah tetangga mengupas kacang. Akibatnya waktu belajarnya berkurang, Anton pernah tidak naik kelas. Sempat dihukum tiga hari tidak diberi makan, karena €œSaya berenang tanpa izin, dan pulangnya malam,€ tutur Anton. Mau minta-minta malu, takut tidak diberi. €œAkhirnya saya ke sawah dan minum air tebu selama tiga hari,€ kisah Anton. Ia lalu terkena disentri selama satu tahun, tapi tidak memberitahukan karena takut, dan tidak pernah berobat. Setelah ayahnya selesai sekolah, dan ditugaskan di Ambon, Anton ikut diboyong.
Cita-citanya ingin jadi anggota angkatan laut. €œKarena pada saat SMA, ketika taruna Angkatan Laut datang ke Ambon, penampilan mereka gagah,€ kata Anton. Lulus tes Akademi Angkatan Bersenjata, 1976, ia belum tahu jurusannya. Ketika naik dari tingkat satu ke tingkat dua, ternyata ia dijuruskan ke Akademi Kepolisian. Meski orangtua dan ia sendiri kecewa, kata Anton, €œAkhirnya saya terima dan bersyukur.€
Dua puluh tahun berkarir di kepolisian, sejak lulus Akademi Kepolisian 1980, kini Komisaris Besar Anton Bahrul Alam menjabat Kepala Dinas Penerangan Polda Metro Jaya. €œJabatan ini ada manfaatnya. Saya bisa menyelami, mempelajari karakter setiap orang, terutama wartawan. Dengan menghadapi banyak orang, saya mendapat bekal, sehingga dalam melakukan komunikasi tidak canggung lagi,€ ujar Anton. Jabatan ini pula menuntut Anton berhati-hati memberikan keterangan. €œSehingga saya harus mengatur jawaban agar semua orang senang.€
Sehari-harinya, ia selalu terbiasa bangun subuh untuk salat, dan sampai di kantor sekitar pukul 06.00. Film kegemarannya James Bond; hobinya main musik dan bernyanyi karena pengaruh masa remajanya di Ambon, yang banyak orang di sana suka menyanyi. Setelah pensiun nanti, dia ingin lebih berbakti kepada Tuhan.
€œJadikanlah kegiatanmu sehari-hari untuk amal bakti kepada Tuhan.€ Itu moto hidupnya. Dalam hal mendidik anak, sejak usia tiga tahun anak-anaknya sudah ditanamankan pendidikan agama.
|