
Nama : IDHAM
Lahir : Medan, 11 Januari 1918
Agama : Islam
Pendidikan : - HBS, Jakarta
Karir : - Pegawai Negeri pada Kementerian Luar Negeri (1945-1952)
- Bertugas Perwakilan RI di Pakistan (1947-1950)
- Pegawai Sipil Kementerian Pertahanan (1952-1955)
- Pendiri dan Dirut Bank Niaga (1953-1984)
- Komisaris PT Asuransi Bintang
- Komisaris PT Samudera Indonesia
- Anggota Komisaris PT Bank Niaga (1984-sekarang)
Kegiatan Lain : - Pelopor pembentuk Perbanas
Alamat Rumah : Jalan Wijaya II No. 44, Jakarta Selatan Telp: 772485
Alamat Kantor : Jalan Gajah Mada 18, Jakarta Pusat Telp: 377809
|
|
IDHAM
Kesan selintas ia agak tertutup, dan tidak suka publikasi. Di kalangan perbankan ia bahkan dikenal "konservatif". "Anggapan konservatif itu mungkin benar," katanya. "Uang yang diputarkan uang nasabah; dalam memutarkannya, kita harus hati-hati."
Pendiri PT Bank Niaga ini merintis usahanya bersama sembilan karyawan hampir 32 tahun lalu. Modalnya hanya Rp 2,5 juta, berkantor di sebuah bangunan tingkat dua, yang terletak di kawasan sesak, Jalan Roa Malaka, Jakarta.
Setelah bergabung dengan Bank Amerta pada 1983 resmi dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Radius Prawiro, PT Bank Niaga punya kekayaan Rp 152 juta. Kantor cabangnya pun bertambah menjadi 20 buah di berbagai kota utama di Indonesia. Sebelum itu, PT Bank Niaga sudah pula menyehatkan Bank Agung Surakarta, dan Bank Tabungan Bandung.
Bankir kawakan ini diserahi memimpin pengelolaan Bank Amerta sejak 1976. Bank republikein yang didirikan di Yogyakarta pada 1951 ini nyaris gulung tikar karena kekurangan likuiditas. "Bank itu rugi terus rata-rata Rp 1 juta setiap hari," katanya.Lahir dari ayah asal Bukittinggi dan ibu dari Natal, Tapanuli Selatan, Idham berpendidikan HBS lima tahun di Jakarta. Sejak Proklamasi Kemerdekaan, ia bekerja pada Kementerian Luar Negeri selama tujuh tahun. Ia pernah bertugas selama tiga tahun pada perwakilan RI di Pakistan.
Sesudah itu Idham pindah bekerja sebagai pegawai sipil pada Kementerian Pertahanan. Hanya tiga tahun, ia lalu berhenti atas permintaan sendiri. Rupanya, ia merasa terpanggil untuk menekuni dunia usaha. Maka, didirikannya PT Bank Niaga, yang merupakan salah sebuah bank devisa swasta nasional.
Dengan aset Rp 296 milyar per 31 Maret 1985, kini Bank Niaga dipimpin oleh Robby Djohan sebagai presdir. Ia sendiri menjabat anggota komisaris. Ia juga menjadi pendiri, kemudian komisaris utama PT Asuransi Bintang, dan komisaris perusahaan pelayaran PT Samudera Indonesia. Dalam Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbana) yang kemudian berubah nama menjadi Perbanas, ia termasuk salah seorang pelopornya. "Iklim dan kerja sama secara kekeluargaan di antara sesama bank nasional swasta, juga dengan bank pemerintah, sudah mulai terwujud," kata Idham.
Ayah dua anak yang selalu optimistis ini tidak tertarik untuk mendapatkan dana dari luar negeri. "Itu mengundang risiko," ujarnya. "Misalnya perubahan kurs, politik, atau perang."
Senang olah raga berenang dan golf. Ia juga penggemar fotografi.
|