
Nama : ISMID HADAD
Lahir : Surabaya, 29 April 1940
Agama : Islam
Pendidikan : - SD dan SMP Negeri, Pasuruan
- SMA Bagian C St. Louis, Surabaya (1960)
- Fakultas Ekonomi UKI, Jakarta (1966)
- International School of Journalism, Berlin (1969)
- John F. Kennedy School of Government, Universitas Harvard, Cambridge, AS (MPA, 1982)
Karir : - Kepala Biro Penerangan KAMI Pusat (1966-1969)
- Wakil Pemred Harian KAMI (1966-1971)
- Wakil Direktur dan Koordinator Program Penerbitan LP3ES (1973-1976)
- Direktur LP3ES (1976-1980)
- Pemred/Penanggung Jawab Majalah Prisma (1972-sekarang)
Kegiatan Lain : - Dosen tidak tetap Departemen Komunikasi Massa, FISIP UI (1976-1980)
- Ketua Umum Ikapi Pusat (1979-1981)
- Deputy Managing Director PT Redecon
Alamat Rumah : Griya Wartawan A-2, Cipinang Muara, Jakarta Timur Telp: 8191636
Alamat Kantor : LP3ES, Jalan S. Parman 81, Slipi, Jakarta Pusat Telp: 597211
|
|
ISMID HADAD
"Pada akhirnya, nasib manusia ditentukan oleh gejolak politik. Kalau tidak tahu perkembangannya, kita akan jadi korban," kata Ismid Hadad.
Ismid sendiri bukan seorang politikus. Tetapi, sebagai seorang di antara eksponen Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI), ia tidak sekadar menonton proses pergeseran politik di tanah air. Di masa pergolakan menjelang berdirinya Orde Baru, bersama kawan-kawannya dari IPMI, "Kami bergiat di RRI, radio- radio amatir, TVRI, membuat buletin, poster, dan lain-lain yang sifatnya untuk penyebaran berita. Kami menggunakan semua bentuk media massa sebagai alat perjuangan," tutur Ismid.
Ikut mendirikan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Ismid terpilih sebagai kepala biro penerangan. Dan di Harian KAMI, tempat berkarya para intelektual muda yang tidak sepaham dengan rezim Orla, ia wakil pemimpin redaksi. Sebagai seorang di antara pendiri majalah Prisma, namanya tetap tidak tenggelam. Sampai akhir ini, ia masih pemimpin redaksi di situ.
Ismid anak keenam dari 12 bersaudara. Ayahnya, Almarhum Abdul Kadir Hadad, seorang pengusaha di Pasuruan, Jawa Timur. Sejak berusia setahun, ia tinggal bersama kakek dan neneknya di Pasuruan, di sebuah rumah besar dengan kebun yang luas dan kolam renang.
Pada masa kecil, "Saya tidak mempunyai keinginan untuk jadi orang tertentu," katanya. Namun, ketika di SMP, lelaki yang gemar membaca kisah petualangan dan sejarah ini mendadak ingin tinggal di daerah terpencil, misalnya di sekitar hutan-hutan Sumatera. "Saya ingin ikut kegiatan pengembangan masyarakat di sana," kata Ismid. Keinginan ini mustahil terwujud waktu itu. Nah, sewaktu di LP3ES, ia, walaupun tidak persis benar dengan keinginan dahulu itu, banyak terlibat dalam berbagai proyek pengembangan masyarakat.
Belakangan ini, Ismid masih rajin menjalankan kegemarannya sejak masa kanak, yaitu berenang -- biasanya tiap Sabtu sore, bersama seluruh keluarga. Ia juga suka jogging dan tenis meja.
Ia menikah dengan Suarhatini, 17 September 1971. Wanita yang bekerja sebagai pengurus Yayasan Lembaga Konsumen itu kini ibu tiga orang anak.
|