
Nama : IVANNA LIE
Lahir : Bandung, 7 Maret 1960
Agama : Protestan
Pendidikan : - SD, Bandung (1973)
- SMP, Bandung (1976)
- SMA Ragunan, Jakarta (1980)
Karir : - Juara Bulu Tangkis se-SD Jawa Barat (1975)
- Juara Bulu Tangkis Indonesia Terbuka (1983)
- Juara SEA Games XII di Singapura (1983)
Kegiatan Lain : - Pemilik usaha konpeksi pakaian sport Elvana.
Alamat Rumah : Jalan Leo 21, Kompleks Turangga, Bandung
Alamat Kantor : Jalan Manila 140, Senayan, Jakarta Selatan
|
|
IVANNA LIE
Kejuaraan bulu tangkis Indonesia Terbuka 1983 di Jakarta paling berkesan di hati Ivanna. Indonesia memborong seluruh kejuaraan yang diperebutkan. Ia sendiri menyumbang "satu setengah." Satu lewat kemenangannya di partai tunggal putri, yang "setengah" untuk keunggulan di nomor ganda campuran, yang diraihnya bersama Christian Hadinata.
Dalam final Piala Uber 1984 di Kuala Lumpur, Malaysia, Ivanna Lie bertarung alot dengan "musuh bebuyutannya" dari Cina, Li Lingwei. Ia kalah dengan angka 10-12, 0-11, hingga turut "menyumbang" bagi kegagalan regu Piala Uber Indonesia. Lingwei kembali mengalahkannya dalam Indonesia Terbuka 1984, dengan 12-10, 7-11, 11-6. Mungil dan bertubuh tipis. Komentarnya tegar, "Kali ini gagal, lain kali saya akan membalasnya."
Pembalasan Ivanna terjadi di Grand Prix Pro-Kennex 1984 di Kuala Lumpur. Lingwei, yang selama dua tahun tidak terkalahkan di arena dunia mana pun, ditundukkannya di semifinal. Sayang, di final giliran Ivanna yang kena ganjal rekan senegara Lingwei, Han Aiping. Toh, seperti kata Ivanna, "Saya bangga mengalahkan The Great Wall itu."Tidak cuma sekali gadis kelahiran Bandung itu menjadi tukang jagal bintang besar. Dalam duel IndonesiawCina di Singapura, 1980, ia orang pertama di luar Cina yang menundukkan Liu Xia. Setahun sebelumnya, ia mengalahkan bekas juara All England, Gillian Gilks. Dalam prestasi yang makin menanjak, dan kerap membela nama Indonesia di luar negeri, Iin -- panggilan Ivanna dari nama asli Lie Ing Hoa -- pernah lima tahun terumbang-ambing mengurus kewarganegaraan RI-nya. Ini membuatnya sedih. Ketika menang, "Orang tidak melihat status kewarganegaraan saya yang asing," katanya. Tetapi, di saat kalah, terutama jika melawan pemain RRC, ada saja yang usil mengaitkan kekalahan itu dengan statusnya yang WNA.
Toh, semuanya berakhir pada 29 September 1982. Lewat uluran tangan Presiden Soeharto sendiri, anak kedelapan dari sembilan bersaudara itu akhirnya menjadi WNI penuh. Ia sendiri mengaku tidak pernah merasa sebagai orang asing, dan tidak pernah pula bermimpi pergi atau menetap di Cina. "Saya selalu merasa sebagai orang Indonesia," ujar Iin.
Karier Ivanna dimulai sejak SD. Pada 1975, ia muncul sebagai juara se-SD Jawa Barat. Sejak saat itu, "Saya merasakan enaknya menjadi juara," kata Iin, yang mengaku dari keluarga melarat -- ibunya cuma tukang jahit biasa. Ini mendorongnya masuk klub Mutiara, Bandung. Masuk sekolah khusus olahragawan sejak 1980, pada 1983 ia bergabung dengan klub Djarum, Kudus.
Pemain stylist yang mengagumi Rudy Hartono ini ingin menjadi pelatih, kelak. Gadis cantik itu, konon, belum punya pacar.
|