
Nama : INDAH BERLIANI SOETOPO
Lahir : Malang, Jawa Timur, 27 Oktober 1934
Agama : Budha
Pendidikan : - SD Ling Wa, Malang (1946)
- SMP Ling Wa, Malang (1949)
- SMA Wa Ing, Malang (1952)
Karir : - Pemilik Berkat Group (PT Bridgestone Tire Indonesia
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp.
- PT Betara Agung Timber dan PT Golden Castle)
Kegiatan Lain : - Presiden seumur hidup Federation Internationale des Quilleurs (Federasi Boling Internasional) wilayah Asia
Alamat Rumah : Jalan Kartini V No. 16, Jakarta Pusat Telp: 637833
Alamat Kantor : Berkat Group, Jalan Pasar Pagi 56, Jakarta Barat Telp: 671677, 671692
|
|
INDAH BERLIANI SOETOPO
Ia tak kuasa membendung mata, menahan tangis, ketika dilantik menjadi presiden seumur hidup Federasi Boling Internasional (Federation Internationale des Quilleurs) wilayah Asia. "Saya amat terharu," kata Ny. Ida Sutopo, janda Sutopo Jananto, almarhum, "dan saya langsung teringat Bapak."
Yang ia panggil "bapak" adalah suaminya, tokoh boling dengan jabatan terakhir wakil presiden FIQ tingkat dunia, dan presiden untuk wilayah Asia. Ida tidak menolak ketika ditunjuk untuk menggantikan kedudukan suaminya itu. "Karena saya merasa harus meneruskan hasil karya Bapak," katanya.
Ia juga menggantikan posisi suaminya di perusahaan. Oleh karena itu, katanya, "Saya ini sebenarnya tidak bisa dibilang pengusaha yang sukses. Saya harus meneruskan apa yang sudah dirintis suami saya." Ada belasan perusahaan, antara lain PT Bridgestone Tire Indonesia, PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp., PT Betara Agung Timber, dan PT Golden Castle, yang tergabung dalam Berkat Group, hasil rintisan suaminya.Semua itu kini di bawah pengawasan Ida, dengan tiga dari delapan anaknya sebagai tulang punggung. "Sebagai seorang ibu, saya hanya memberi petunjuk kepada mereka. Tetapi tidak mendikte," katanya. Anak pertama sampai keempat memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan bisnis di London. Empat berikutnya bersekolah di Singapura dan Taiwan. "Saya membimbing mereka, antara lain, karena saya tidak mau mengubah prinsip-prinsip yang sudah ditentukan Bapak," kata Ida.
Lebih dari itu, ruang kantornya di PT Berkat Agung Indah, Jakarta Kota, tetap diatur seperti ketika suaminya masih hidup. Dan setiap hari ia selalu menggunakan tas kantor peninggalan suaminya. Ida, yang nama aslinya Indah Berliani, mempelajari dunia usaha dan boling dari suaminya, yang meninggalkannya 25 Januari 1984.
Sewaktu masih di SMA Wa Ing, Malang, Ida sebenarnya ingin menjadi dokter. Tetapi, anak pertama dari 10 bersaudara ini mesti menuruti kehendak orangtuanya, yakni segera menikah dengan Sutopo Jananto, karyawan sebuah perusahaan EMKL di Surabaya, kenalan sekantor ayahnya, Kusnun Subandi.
"Waktu tukar cincin dahulu, saya tidak menaruh cinta sedikit pun. Perasaan saya biasa saja," tutur Ida. Lantas perkawinan dilangsungkan, 1953. Lambat laun Ida menjadi sangat cinta pada Sutopo, yang, katanya, "Sangat hebat." Terakhir, setelah menjadi janda, jika dalam keadaan sedih, atau timbul kerinduan, Ida mendatangi abu almarhum suaminya, yang tersimpan di rumah pertama milik mereka di Jalan Kartini, Jakarta. Di situ ia berdoa.
|