
Nama : HAMZAH HAZ
Lahir : Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Februari 1940
Agama : Islam
Pendidikan : - SMP, Pontianak
- SMEA
- Akademi Koperasi Negara, Yogyakarta (1962)
- Jurusan Ekonomi Perusahaan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura, Pontianak (tingkat V, 1970)
Karir : - Wartawan di Pontianak (1960-1961)
- Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, 1962)
- Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak (1968-1971)
- Asisten Dosen di Universitas Tanjungpura Pontianak (1968- 1971)
- Anggota DPRD Kal-Bar (1968-1971)
- Anggota DPRwRI (1971-sekarang)
- Wakil Ketua Komisi APBN DPRwRI (1973-1976 dan 1982-sekarang)
Kegiatan Lain : - Direktur Utama Pawan Kapuas Raya Money Changer (1984-sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Tegalan No. 27, Jakarta Timur Telp: 884327
Alamat Kantor : Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto 6, Jakarta Selatan Telp: 5801340
|
|
HAMZAH HAZ
Namanya kerap muncul di berbagai media massa. Biasa mengenakan seragam berwarna cokelat muda, ekonom ini Wakil Ketua Komisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di DPR, 1985.
Ketika duduk di bangku SMP Pontianak, Kalimantan Barat, Hamzah aktif di organisasi siswa. Menamatkan SMEA di kota yang sama, ia kemudian bekerja. Tidak seperti teman-temannya yang memilih pekerjaan di bank, "Saya lebih suka menjadi wartawan," tuturnya. "Di sini bisa langsung bergaul dengan masyarakat secara luas."
Jadilah Hamzah wartawan harian Bebas di Pontianak, 1960. Tetapi hanya setahun, ia lalu mengikuti ayahnya, anggota koperasi kopra yang mendapat tugas belajar di Akademi Koperasi Negara Yogyakarta. "Mengingat koperasi juga menyangkut orang banyak, saya memutuskan ikut kuliah bersama Ayah," tuturnya.
Di sini ia tetap berorganisasi. Mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di kampusnya, Hamzah terpilih menjadi ketuanya. Setelah meraih gelar sarjana muda, ia kembali ke Pontianak, 1965. Kuliahnya diteruskan pada Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Perusahaan Universitas Tanjung Pura.Sempat menjadi asisten dosen, kemudian dosen di fakultas ini, Hamzah cenderung menekuni organisasi sebagai Ketua Presidium KAMI konsulat Pontianak. Kemudian mewakili Angkatan 66 di DPRD Kalimantan Barat, ia dipilih sebagai ketuanya pada 1968.
Karier ini membawanya ke Jakarta. Hamzah mewakili NU, kemudian PPP, di DPR sejak 1971 hingga sekarang. Pernyataannya sering mengingatkan pemerintah. Misalnya dalam hal penggunaan pinjaman luar negeri. "Pemerintah harus hati-hati," katanya, "pelaksanaan APBN berkaitan dengan masalah ini, setiap tahun cenderung meningkat."
Lelaki berkumis tipis ini memiliki usaha sampingan bernama Pawan Kapuas Raya Money Changer. "Untuk menyekolahkan anak- anak," katanya. Tekun menjalankan sembahyang lima waktu, ia juga biasa tahajud. Olah raganya, lari pagi sepanjang lima kilometer dan senam.
|