
Nama : HAROEN AL RASJID
Lahir : Medan, 14 Maret 1933
Agama : Islam
Pendidikan : - SMA, Malang (1950-1953)
- Universitas Queensland, Brisbane, Australia (1955-1958)
- Executive Program, Universitas Stanford, Palo Alto, AS (1976)
Karir : - Anggota TRIP Jawa Timur (1945-1950)
- Karyawan pabrik baja Brokenhill, New Castle, NSW, Australia (1956)
- karyawan pabrik kertas Burnie, Tasmania, Australia (1957)
- Safety Assistant Administrative "C" PT Caltex Pacific Indonesia (PT CPI) (1958-1959)
- Safety Assistant Administrative "B" PT CPI 1959-1960
- Safety Inspector, Dumai District (1960-1962) ; Supervisor Camp Services and Safety & Security, Dumai District (1962-1964)
- Supervisor Administration, Dumai District (1964-1967)
- Superintendent, Government Relations Department (1967-1970)
- Coordinator Government & Public Relations (1970-1974)
- Manager, Government & Public Relations Division (1974-1975)
- Deputy Managing Director (1975-1977)
- Managing Director PT CPI (1977-sekarang)
Kegiatan Lain : - Ketua Komite IndonesiawAmerika (1977-1983) dan Ketua Departemen ASEAN dan Internasional Kadin (1983-sekarang)
- Governor American Chamber of Commerce (AMCHAM) Indonesia
- Direktur Asosiasi Perminyakan Indonesia
- Anggota Dewan Penyantun Universitas Riau
- Pendiri dan Wakil Ketua II Dewan Penyantun Dana Mitra Lingkungan (DML)
Alamat Kantor : Jalan Kebon Sirih 52, Jakarta Pusat
|
|
HAROEN AL RASJID
Suatu ketika, di masa kecil Haroen diberi mobil-mobilan. Tidak puas akan tampak luarnya, mainan itu dipretelinya. Itulah awal minatnya terhadap "teknik mesin". Maka, tidak heran, ketika pada 1950 ia mendapat beasiswa belajar di Universitas Queensland, Brisbane, Australia, ia memilih jurusan teknik mesin.
Haroen menyukai pelajaran ilmu pasti dan alam. Di SD, nilainya 10 untuk berhitung, sedangkan di SMP mendapat delapan untuk ilmu pasti. "Jangan tanya di SMA," kata Haroen, bekas sersan TRIP di masa Revolusi. Di SMA, 1950, ia konon bisa meminta nilai berapa saja.
Pulang dari Australia, putra opzichter (pemborong di zaman Belanda) ini sempat bingung memilih pekerjaan. Soalnya, waktu itu, ekonomi dan politik Indonesia belum stabil. Tetapi, melihat bidang perminyakan belum tergarap sempurna, ia ingin mengembangkan diri di sektor ini. Melamar di perusahaan minyak PT Stanvac Indonesia dan PT Caltex Pacific Indonesia (CPI), akhirnya ia diterima di Caltex.Diperlukan waktu lebih dari seperempat abad, sebelum Haroen Al Rasjid memangku jabatan managing director perusahaan minyak Amerika itu. Hampir semua jabatan pernah dipegangnya. "Kecuali eksplorasi," kata Haroen, yang ketika di Australia pernah bekerja di pabrik baja dan pabrik kertas. Yang terasa unik, di Caltex ia hanya enam bulan bertugas di bagian teknik mesin, yang menjadi spesialisasinya. "Yang saya pelajari di Australia praktis tidak terpakai," katanya.
Kini Haroen membawahkan sekitar 6.000 karyawan, 1.600 di antaranya tenaga staf, plus 100 tenaga asing. Ia sempat mengikuti program M.B.A. khusus bagi para manajer di Universitas Stanford di Palo Alto, AS.
Ayah tiga anak ini sangat mementingkan keluarganya. Ia tidak suka membawa pekerjaan ke rumah. "Mustahil bisa berhasil dalam karier kalau tidak ada keserasian rumah tangga," ujar Haroen. Ia selalu berusaha makan siang di rumah. Ditemani anaknya, ia suka main mobil kontrol radio.
Pemain golf dengan handicap 20-24 ini tidak begitu "akrab" dengan musik. Di sekolah, dahulu, ia sering disuruh keluar oleh guru menyanyi, karena suaranya bisa merusakkan nyanyian bersama di dalam kelas. "Suara saya sumbang. Saya paling takut kalau didaulat menyanyi," kata pria bertubuh sedang, dengan rambut dan kumis kecil sudah memutih.
Istrinya, Astari, bekas foto model dan peragawati yang pernah belajar desain di London, kini menyibukkan diri sebagai pelukis. Bergabung dengan Kelompok Sembilan, nyonya cantik berasal dari Solo ini beberapa kali ikut pameran lukisan.
|