
Nama : HISKAK SECAKUSUMA
Lahir : Yogyakarta, 18 Mei 1937
Agama : Protestan
Pendidikan : - SD, Yogyakarta (1949)
- SMP, Yogyakarta (1952)
- SMA, Yogyakarta (1954)
- ITB (1962)
- FE UI (1979)
Karir : - Guru SMA Yogyakarta (1957-1965)
- Dosen pada beberapa Fakultas Teknik di Jakarta (1963-1965)
- Ahli Perencanaan Teknik PT Adhi Karya (1963)
- Kepala Divisi Pembangunan PT Pembangunan Jaya (1963-1965)
- Wakil Direktur PT Pembangunan Jaya (1965-1968)
- Direktur PT Pembangunan Jaya (1968-1977)
- Direktur Pengelola PT Pembangunan Jaya (1977-sekarang)
- Pendiri dan penasihat PT Metropolitan Development Group
Alamat Rumah : Jalan S. Parman C 17, Jakarta Barat Telp.: 591717, 543217
Alamat Kantor : PT Pembangunan Jaya, Jalan M.H. Thamrin 12, Jakarta Pusat Telp.: 323656, 328095, 323612
|
|
HISKAK SECAKUSUMA
Secakusuma sudah tiga bulan bekerja di PT Adhi Karya, ketika diajak temannya melamar pada PT Pembangunan Jaya. "Seolah ada dorongan hati melamar ke sana," katanya. Mulai sebagai Kepala Divisi Teknik, 1977, ia menduduki jabatan Direktur Pengelolaan/Wakil Presiden Direktur. Dengan kata lain, ia orang ketiga di perusahaan itu.
"Sebagian masyarakat menganggap PT Pembangunan Jaya perusahaan semipemerintah, sehingga kami bisa berbuat semaunya," kata Seca. Padahal, perusahaan itu swasta, dan harus tunduk pada peraturan swasta. Selama ini, real estate merupakan usaha mereka yang paling menguntungkan -- dalam lima tahun terakhir meraih untung Rp 3 milyar per tahun, dan sebelumnya malah di atas jumlah itu. Kemudian bidang produksi mesin. Untuk industri dan perdagangan, Seca tampaknya prihatin.
Untuk menangkal kelesuan ekonomi Indonesia, insinyur sipil yang mendalami masalah ekonomi dan manajemen ini mengemukakan sejumlah resep: melindungi produksi dalam negeri, mengendalikan penggunaan valuta asing, dan perlunya undang-undang khusus untuk pemberantasan penyelundupan. Dianjurkannya pula agar kampanye pemakaian barang dalam negeri dilakukan sampai ke rumah tangga. Anak dan istrinya, konon, ia anjurkan memakai barang made in Indonesia.
Seca sudah tiga tahun belajar di Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta, ketika seorang temannya mengabari, Fakultas Teknik UI -- yang kemudian menjadi ITB -- di Bandung menerima calon mahasiswa tanpa tes -- asal nilai rata-rata di atas tujuh. Anak Desa Kricak, Yogyakarta, itu tanpa berpikir panjang langsung ke Bandung. Di sana pernah enam bulan ia tidak makan nasi, hanya kentang. Ketika itu, beban keluarga ditanggung ibunya yang berdagang hasil bumi, karena ayahnya sudah berhenti sebagai pegawai PJKA akibat sebuah kecelakaan kecil.
Menikah dengan Medya Lengkey, Secakusuma selalu menekankan kepada ketiga anaknya, "Lebih baik kaya ilmu daripada kaya harta." Ia sendiri pemilik 2,5% kekayaan PT Pembangunan Jaya, dan istrinya mengelola Apotek Medyana Farmasi. Seca penggemar golf, boling, berenang, dan naik sepeda.
|