A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

Hidayat Nur Wahid




Nama :
Hidayat Nur Wahid

Lahir :
Klaten, 8 April 1960

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SDN Kebondalem Kidul I, Prambanan Klaten, 1972;
- Pondok Pesantren Walisongo, Ngabar Ponorogo, 1973;
- Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, 1978;
- IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta ( Fakultas Syari’ah), 1979;
- Fakultas Dakwah & Ushuluddin Universitas Islam Madinah Arab Saudi, 1983;
- Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah Arab Saudi, jurusan Aqidah, 1987;
- Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Medina, Arab Saudi, Fakultas Dakwah & Ushuludiin, Jurusan Aqidah, 1992;


Karir :
- Dosen Pasca Sarjana Magister Studi Islam, UMJ;
- Dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, UMJ;
- Dosen Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
- Dosen Fakultas Ushuluddin (Program Khusus) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
- Dosen Pasca Sarjana Universitas Asy-Syafi’iyah, Jakarta
- Ketua LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam)
- Yayasan Al-Haramain, Jakarta
- Dewan Redaksi Jurnal “Ma’rifah”
- Ketua Forum Dakwah Indonesia
- Presiden Partai Keadilan
- Ketua Partai Keadilan Sejahtera
- Ketua MPR 2004-2009


Kegiatan Lain :
- Ketua PPI Arab Saudi, 1983 – 1985
- Peneliti LKFKH (Lembaga Kajian Fiqh dan Hukum) Al Khairot
- Anggota Pengurus badan Wakaf Pondok Modern Gontor, 1999


Keluarga :
Istri: Hj. Kastrian Indriawati Anak: 1. Inayatu Dzil Izzati 2. Ruzaina 3. Alla Khairi 4. Hubaib Shidiqi

Alamat Rumah :
Jl. H. Rijin No. 196, Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi

Alamat Kantor :
Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Selatan

 

Hidayat Nur Wahid
Tidak Ingin Terjebak Polemik Kemewahan

Lelaki ramah dan berpenampilan sederhana ini suka main sepak bola di kawasan tempat tinggalnya, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Tak peduli bermain dengan anak-anak muda yang usianya terpaut jauh, olahraga menurut dia merupakan sunah Rasul, selain untuk kesehatan. Ia pun rajin main bulutangkis. Tapi, Hidayat Nur Wahid bukan atlet bulutangkis. Bukan pula pemain sepak bola. Ia kini seorang politisi walau ia tak pernah bercita-cita jadi politisi. Menjabat Presiden Partai Keadilan (PK), kemudian menjadi Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai ini meraup suara yang cukup berarti dalam Pemilu 2004. Pada pemilihan yang berlangsung demokratis dalam Sidang Paripurna V MPR, 6 Oktober 2004, Wahid terpilih sebagai Ketua MPR periode 2004-2009. Jabatan ketua partai kemudian dilepas.

Lahir 8 April 1960 di Klaten, Jawa Tengah, Nur Wahid dibesarkan dalam keluarga pemuka agama. Kakeknya seorang tokoh Muhammadiyah di Prambanan. Walaupun berlatar belakar NU, ayahnya pengurus Muhammadiyah, dan ibunya aktivis Aisyiah. Latar belakang keluara besarnya kebanyakan guru.

Nur Wahid gemar membaca sejak kecil, termasuk novel silat karya Asmaraman S. Kho Ping Ho dilalapnya--kelak ketika dewasa ia termasuk kutu buku. Lebih dari itu, ia mendapat pendidikan agama yang cukup kenyang. Walau tak pernah berangan-angan untuk belajar di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, oleh ayahnya ia dimasukkan ke sana karena banyak saudaranya sekolah di pondok tersebut. Prestasinya pun cemerlang selama di Gontor: selalu ranking satu atau dua. Setamat dari Gontor, sempat muncul keinginan masuk ke Fakultas Kedokteran UGM, namun ia malah beroleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri setelah sempat kuliah di IAIN Sunan Kalajaga Yogyakarta. Baik program S1, pascasarjana, maupun doktor ia tempuh di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Meraih gelar doktor pada 1992, dari Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah & Ushuludiin, dengan disertasi “Nawayidh lir Rawafidh Lil Barzanji, Tahqiq wa Dirosah”.

Maka tak heran jika kemudian Wahid berkecimpung di dunia pendidikan Islam: sebagai dosen pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta dan IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang Universitas Islam Negeri), serta Universitas Asy-Syafi’iyah, Jakarta. Selain dikenal sebagai cendekiawan, ia seorang ustad.

Sebagai intelektual di bidangnya, ia telah menulis pengantar dan editor sejumlah buku terjemahan serta kolom di surat kabar dan jurnal. Wahid juga kerap menghadiri berbagai seminar dalam dan luar negeri.

Bagi Nur wahid, jabatan adalah amanat yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Indonesia serta di hadapan Allah SWT. Walau kini ia pejabat tinggi negara, kesederhanaan tetap melekat padanya dan kesederhanaan itu ditularkan kepada lembaga tinggi yang dipimpinnya. Pada 13 Oktober 2004, pimpinan MPR sepakat menolak fasilitas kendaraan dinas sedan Volvo. Mereka mereka meminta kendaraan dinas yang lebih sederhana dan wajar. "Kami berharap negara memberikan fasilitas yang membuat kami lebih mudah bekerja dan tidak terjebak pada polemik kemewahan," kata Hidayat Nur Wahid dalam konferensi pers seusai rapat pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR.

Menikah dengan Kastrian Indriawati, pasangan ini dikaruniai empat anak. Meski sibuk dengan dakwah dan tugas-tugas kenegaraan, ia akan tetap berkomitmen untuk membina keluarga.

nf (berbagai sumber)

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


H. ABUBAKAR ALDJUFRIE | H. ALI BUDIARDJO | H. AMRAN ZAMZAMI | H. BURHANUDDIN MOHAMMAD DIAH | H. GINANDJAR KARTASASMITA | H. IRAWAN SARPINGI | H. LUKMAN UMAR | H. MAHBUB DJUNAIDI | H. MASAGUNG | H. MOCHAMMAD SYAH MANAF | H. MOHAMAD RASJIDI | H. MUHAMMAD SAID | H. MUHAMMAD SULCHAN | H. RIDWAN SAIDI | H. ROESLAN ABDULGANI | H. ROESMIN NOERJADIN | H. ROSIHAN ANWAR GELAR SUTAN MALINTANG | H. SAINAN SAGIMAN | H. SOELARTO REKSOPRODJO | H. SOEWANDI | H. SOMALA WIRIA | H. TEUKU HADI THAYEB | H. WINARNO SURAKHMAD | H. WIRATMAN WANGSADINATA | HADI SUKADI ALIKODRA | HAJI ANDI TABUSALLA | HAJI RADEN MUHAMMAD YOGIE SUARDI MEMET | HAMID ALGADRI | HAMZAH HAZ | HANDOKO TJOKROSAPUTRO | HANS BAGUE JASSIN | HANS WESTENBERG | HARDIJONO | HARDJANTHO SUMODISASTRO | HARI SUHARTO | HARIADI PAMINTO SOEPANGKAT | HARJONO NIMPOENO | HARJONO TJITROSOEBONO | HARLAN BEKTI | HARMOKO | HAROEN AL RASJID | HARRY DARSONO | HARRY TJAN SILALAHI | HARSJA WARDHANA BACHTIAR | HARSUDIYONO HARTAS | HARTARTO SASTROSOENARTO | HARTINI SOEKARNO | HARTONO REKSO DHARSONO | HARUN NASUTION | HARYATI SOEBADIO | HARYONO SUYONO | HASAN BASRI | HASAN POERBOHADIWIDJOJO | HASAN Slamet | HASJRUL HARAHAP | HASTOMO ARBI | HASUDUNGAN SIMANDJUNTAK | HEMBING WIJAYAKUSUMA | HENDRA ESMARA | HENDRA HADIPRANA | HENDRA KARTANEGARA (TAN JOE HOK) | HENDRA RAHARDJA | HENDRICK GOZALI ALIAS GOUW HIAP KIAUW | HENDRIKUS GERARDUS RORIMPANDEY | HENRIETTE MARIANNE KATOPPO | HERAWATI DIAH | HERMAN JOHANNES | HERMAN SARENS SUDIRO | HETTY KOES ENDANG | HIDAYAT MUKMIN | HILDAWATI SIDDHARTHA (HILDAWATI SOEMANTRI) | HILMAN Adil | HISKAK SECAKUSUMA | H.J. HANDOYO LUKMAN (LOOGMAN) | H.M. BAHARTHAH | H.M. JUSUF HASJIM | H.M.A. SAHAL MAHFUDH | HOEGENG IMAN SANTOSA | HUSAIN DJOJONEGORO | HUZAI JUNUS DJOK MENTAYA | Hotma Sitompoel | HR Agung Laksono | Hidayat Nur Wahid | Hamid Awaluddin | Hatta Radjasa


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq